Sabtu, 16 Desember 2017

Agama?????

*AGAMA?????*

Tulisan ini menarik, tapi entah siapa yang menuliskannya: 👇🏽

Dulu agama menghancurkan berhala...
Kini agama jadi berhala...
Tak kenal Tuhannya...
Yang penting agamanya...
Dulu orang berhenti membunuh karena agama...

Sekarang orang saling membunuh karena agama...
Dulu orang saling mengasihi karena beragama...
Kini orang saling membenci karena beragama....
Agama tak pernah berubah ajarannya dari dulu...
Tuhannya pun tak pernah berubah dari dulu...

Lalu yg berubah apanya?
Manusianya?

Dulu orang belajar agama sebagai modal, untuk mempelajari ilmu lainnya...
Sekarang orang malas belajar ilmu lainnya, maunya belajar agama saja...
Dulu pemimpin agama dipilih berdasarkan kepintarannya, yg paling cerdas di antara orang2 lainnya ....

Sekarang orang yg paling dungu yg tidak bisa bersaing dengan orang2 lainnya, dikirim untuk belajar jadi pemimpin agama...
Dulu para siswa diajarkan untuk harus belajar giat dan berdoa untuk bisa menempuh ujian...
Sekarang siswa malas belajar, tapi sesaat sebelum ujian berdoa paling kencang, krn diajarkan pemimpin agamanya untuk berdoa supaya lulus...

Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan...
Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan2 agama...
Dulu agama ditempuh untuk mencari wajah Tuhan
Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.
Esensi beragama telah dilupakan...

Agama kini hanya komoditi yg menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama karena semua yg berbau agama telah didewa-dewakan, tak kan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan.
Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tau lagi mesti mengerjakan apa.

Agama kini diperTuhankan , sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan.
Agama dulu memuja Tuhan...
Agama kini menghujat Tuhan...

Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang2 yg merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan...

Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh?
Tuhan mana yg mengajarkan tuk membenci?

Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya.
Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya.

Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam2 di balik gundukan aturan agama.

Marilah agama untuk di Imani

Dubes Palestina Bicara

https://www.google.com/amp/s/amp.kaskus.co.id/thread/53bfeaa21a997571388b462d/pernyataan-dubes-palestina-yang-mengejutkan

Pernyataan Dubes Palestina yang Mengejutkan

JAKARTA, PedomanNEWS.com – Tidak banyak yang tahu bahwa persentase terbesar penduduk di Palestina adalah penganut yahudi bukan muslim atau nasrani yang selama ini dikenal. Hal ini disampaikan oleh Duta besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi ketika ditemui dalam seminar memperingati Hari Internasional Solidaritas untuk Palestina yang berlangsung di Auditorium Yustinus Universitas Atmadjaya, Jakarta Rabu (30/11/2011)
“Di Palestina 50% penduduknya beragama Yahudi dan sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem.” Ujarnya.
Mehdawi juga heran dengan beberapa orang dan kelompok yang selalu berteriak “alahu akbar” mendukung Palestina dan mengutuk Israel tetapi mereka tidak tahu permasalahannya yang terjadi di Palestina,
“Saya bingung dan heran dengan isu dan teriakan “alahu akbar” dari orang-orang terhadap yang terjadi antara Palestina dan Israel padahal mereka tidak tahu apa-apa dan tidak ada peran sama sekali untuk membantu kami, nol besar.” Ungkapnya
Terkait dengan Indonesia, Palestina membutuhkan bantuan dari Indonesia karena dengan pengalamannya dalam politik dan demokrasi serta sejarah perjuangan mereka selama 350 tahun.
Tanggal 29 November oleh PBB ditetapkan sebagai Hari Internasional Solidaritas terhadap Palestina pada Sidang Umum PBB 12 Desember 1979. Tanggal ini dipilih karena pada 29 November 1947 PBB menerapkan resolusi 181 (II) atau yang dikenal dengan nama Partition Resolution.
Resolusi ini mengatur pembagian Palestina menjadi dua, negara Yahudi dan negara Arab, dengan Yerusalem sebagai corpus separatum kedua wilayah. Namun, hanya satu negara yang lahir dari resolusi ini, yaitu Israel. Sementara Palestina masih diragukan kedaulatannya, bahkan oleh PBB sekalipun. http://pedomannews.com/internasional..beragama-yahudi

*Dubes Palestina: Kekristenan Lahir di Palestina*
JAKARTA, SATUHARAPAN.COM Fariz N. Mehdawi, Duta Besar Palestina untuk Indonesia berbicara tentang hubungan antar penduduk Palestina. Penduduk Palestina sejatinya beragam, etnis, agama, dan adatnya.
Sehingga, menurut dia, perjuangan kemerdekaan adalah perjuangan sebuah bangsa tertindas, bukan perjuangan kelompok tertentu.
Satuharapan.com mewawancarainya beberapa waktu lalu.

Satuharapan.com:
> Selama ini di Indonesia, kami mendapat kesan perjuangan Palestina adalah perjuangan berbasis agama. Bagaimana menurut Anda?

Fariz N. Mehdawi:
>> Rakyat Palestina berasal dari berbagai latar belakang.
Bukan hanya Arab, melainkan juga Yahudi, Kaukasia, dan sebagainya.
Orang Palestina juga tidak hanya menganut Islam. Kristen juga banyak.
Di Palestina, orang tidak bisa menebak agama seseorang dari namanya. Abdullah belum tentu Muslim. Isa dan Maryam belum tentu Kristen, sebab Nabi Isa dan ibunya, Maria, adalah nabi yang sangat dihormati di dunia Islam.
Orang Palestina juga tidak bisa dibedakan agamanya berdasarkan model pakaian yang dikenakan. Mungkin saja di sini kesannya menjadi seperti itu karena perjuangan Palestina ini menarik digunakan untuk kepentingan pencitraan kelompok-kelompok tertentu.

Satuharapan.com:
> Namun, kesan itu begitu kuat.

Fariz:
>> Ya, saya akui memang saudara-saudara Muslim Indonesia lebih ekspresif dan bersemangat dalam melakukan pembelaan terhadap perjuangan Palestina.
Tapi sebenarnya, secara nasional , Indonesia sudah mendukung perjuangan Palestina sejak zaman Presiden Soekarno. Ini bukanlah tentang perjuangan agama, ini perjuangan tentang bangsa yang ditindas bangsa lain.

Satuharapan.com:
> Apakah orang Kristen enggan mendukung perjuangan Palestina karena alasan keagamaan juga? Dalam Alkitab disebutkan, Israel adalah bangsa pilihan Tuhan.

Fariz:
>> Menurut saya, jika Yesus hadir pada saat ini, Ia akan membela Palestina.
Bukankah di Alkitab disebutkan Ia selalu berpihak kepada korban, bukan kepada penguasa? Dan, orang Kristen sejati seharusnya juga berpihak kepada korban kesewenang-wenangan. Saya harus menekankan kembali bahwa perjuangan Palestina bukanlah perjuangan berbasis agama. Seperti Indonesia yang konstitusinya disusun bukan berdasarkan agama tertentu, Palestina, juga mengambil dasar negara sekuler yang menghormati kemanusiaan. Jika, faktor agama merasuk dalam perjuangan kami, itu menyebabkan kesalahpahaman. Tentu saja, tidak semua rakyat Palestina akan terwakili dalam kehidupan bernegara. Kini, kami punya dua walikota Kristen, Vera Baboun di Bethlehem, dan Janet Mikhail di Ramallah. Ini menunjukkan bahwa perjuangan kami bukanlah perjuangan agama, tetapi perjuangan melawan kolonialisme.

Satuharapan.com:
> Bagaimana dengan hubungan antarpenduduk Palestina?

Fariz:
>> Di Palestina, saat Natal, orang yang datang ke sana bakal mengira penduduknya mayoritas Kristen, sebab semua merayakan dengan meriah.
Saat Idul Fitri, orang akan mengira warga Palestina semua Muslim.
Yang menarik, di Palestina, kekristenan bukanlah agama impor.
Agama lain berasal dari luar Palestina. Namun, kekristenan lahir di Palestina.
Yesus lahir di Bethlehem, Palestina.
Banyak kejadian yang tercatat di Injil, berlatar daerah Palestina.
Bahkan, penganut-penganut Kristen awal adalah orang-orang Palestina.
Orang Kristen Palestina punya nenek moyang yang bisa jadi adalah orang-orang yang pernah bertatap muka dengan Yesus. Jadi, kekristenan adalah agama asli di Palestina. Namun, lebih dari itu, perjuangan kami adalah perjuangan sebuah bangsa yang dijajah negara lain. Kelak, saat merdeka semua keputusan harus menjadi kesepakatan seluruh rakyat Palestina, tanpa membeda-bedakan latar belakangnya. Kami belajar dari Indonesia. http://www.satuharapan.com/read-deta...-di-palestina/

Pidato Bentamin Netanyahu?

copas dr tetangga
Pidato  BENYAMIN NETANYAHU  PERDANA MENTERI ISRAEL, BIKIN MERINDING.......*

Shalom Aleychem
Baru 70 tahun yang lalu! Orang-orang Yahudi dibawa ke pembantaian seperti domba. 60 tahun yang lalu! Kami tidak punya negara. Tidak ada tentara
Tujuh negara Arab mengumumkan perang terhadap negara Yahudi kecil kami, hanya beberapa jam setelah penciptaannya!
Kami hanya 650 orang Yahudi, melawan seluruh dunia Arab! TIDAK ADA IDF (Tentara Pertahanan Israel).
Tidak ada Angkatan Udara yang kuat, hanya orang pemberani yang tidak memiliki tempat untuk pergi.
Lebanon, Suriah, Irak, Yordania, Mesir, Libya, Arab Saudi semua menyerang kita pada saat bersamaan.
Negara yang diberikan PBB kepada kita adalah gurun 65%. Negara ini entah dari mana!
35 tahun yang lalu! Kami melawan tiga tentara terkuat di timur tengah, dan kami menyapu mereka ... ya ... dalam enam hari.
Kami bertempur melawan berbagai koalisi negara-negara Arab, yang memiliki tentara modern dan banyak senjata Soviet, dan kami selalu mengalahkan mereka!
Hari ini kita memiliki:
*Negara*
* Tentara *
* Sebuah angkatan udara yang kuat *
* Ekonomi Negara-of-the-Art yang mengekspor jutaan dolar *
* Intel - Microsoft - IBM mengembangkan produk di rumah *
* Dokter kami menerima penghargaan untuk penelitian medis *
Kami membuat padang pasir mekar, dan menjual jeruk, bunga dan sayuran di seluruh dunia.
Israel telah mengirim satelitnya sendiri ke luar angkasa!
Tiga satelit sekaligus!
Kami bangga berada di peringkat yang sama dengan: Amerika Serikat, yang memiliki 250 juta penduduk,
Rusia, yang memiliki 200 juta jiwa, China yang memiliki 1,3 miliar jiwa,
Eropa - Perancis, Inggris, Jerman - dengan 350 juta penduduk ..
Satu-satunya negara di dunia yang mengirim benda ke luar angkasa! Israel sekarang adalah bagian dari keluarga kekuatan nuklir, dengan Amerika Serikat, Rusia, China, India, Prancis, dan Inggris Raya.
Kami tidak pernah secara resmi mengakuinya, (tapi semua orang tahu itu) dan mengatakan bahwa hanya 60 tahun yang lalu, kami dipimpin, merasa malu dan tanpa harapan, untuk dibantai!
Kami telah menghancurkan reruntuhan eropa di Eropa, kami telah memenangkan peperangan kami di sini dengan tidak ada artinya. Kami membangun "Kekaisaran" kecil kami dari nol.
Siapa Hamas yang menakutiku? Menakutiku Anda membuat saya tertawa!
Paskah dirayakan; Jangan lupakan apa ini.
> Kami selamat dari Firaun.
> Kami bertahan dari orang-orang Yunani.
> Kami bertahan dari Roma.
> Kami bertahan dari inkuisisi di Spanyol.
> Kami memiliki pogrom di Rusia.
> Kami bertahan dari Hitler.
> Kami bertahan dari Jerman.
> Kami selamat dari Holocaust.
> Kami bertahan dari tentara tujuh negara Arab.
> Kami selamat dari Saddam.
> Kami akan terus bertahan dari musuh yang hadir hari ini juga.
Pikirkan kapan saja dalam sejarah manusia! Pikirkanlah, bagi kita, orang-orang Yahudi, situasinya tidak pernah lebih baik! Lalu mari kita hadapi dunia.
Mari kita ingat: Semua bangsa atau budaya yang pernah mencoba untuk menghancurkan kita, sudah tidak ada lagi sekarang - sementara kita masih hidup!
Mesir?
Orang Yunani?
Alexander dari Makedonia?
Orang Roma (apakah ada yang masih berbicara bahasa Latin akhir-akhir ini?)
Reich Ketiga?
Dan lihatlah kami,
> Bangsa Arab
> Budak Mesir
> Kita masih di sini
Dan kita berbicara dalam bahasa yang sama, Bahasa Ibrani sejak dulu! dulu dan sekarang! Orang-orang Arab belum tahu, tapi mereka akan belajar bahwa ada Elohim / Tuhan.... selama kita menyimpan identitas kita, kita selamanya.
Jadi maafkan kami karena tidak mengkhawatirkan.
> Jangan    menangis
> Jangan takut
> Hal baik di sini
> Mereka pasti bisa menjadi lebih baik.
Namun: Jangan percaya media, mereka tidak mengatakan kepada Anda bahwa pesta terus berlangsung, orang terus hidup, orang terus keluar, orang terus menemui teman.
Ya, semangat kita rendah. Terus? Hanya karena kita meratapi kematian kita, sementara yang lain bersukacita dalam gudang darah. Itulah sebabnya kita akan menang, pada akhirnya.
Dia tidak pernah tidur atau akan pernah tidur .... wali Israel .... YHWH / YAHWEH TUHAN Abraham, Ishak dan Yakub/ Israel.
We Aleychem Shalom