Senin, 15 Agustus 2011

TAMAN DAN BUKIT DOA GETSEMANE DI SAMOSIR

Taman dan bukit doa Getsemane diresmikan tgl. 27 Desember 2010 oleh Pimpinan HKBP cq. Kepala Departemen Diakoni Pdt Nelson F.Siregar, dihadiri Ir.Mangindar Simbolon Bupati Samosir, Pdt.S.P.Sirait STh, Praeses HKBP Distrik VII Samosir dan Ketua Yayasan Pdt.Riswanty Panjaitan MTh, bersama seluruh keluarga Oppu Sanggam St.TTH.Sidabutar;
Taman dan Bukit Doa masih dalam tahap pembenahan namun sudah dapat dimanfaatkan oleh pengunjung untuk berwisata sekaligus berdoa. Kawasan Taman dan Bukit Doa Getsemane yang berada di jalan utama Tomok-Pangururan, berada di bawah bukit Samosir dan diseberang kawasan Hotel Sanggam; Fasilitas yang tersedia di bagian pintu masuk terdapat ruangan untuk pertemuan kapasitas 100 orang dan ruang tempat tidur kapasitas 100 orang, ruangan dapur dan kamar mandi. Berjalan dari pintu masuk utama, sambil menikmati pohon dan bunga-bungaan kita dapat berhenti di 15 bangunan berbentuk tembok dengan gambar relief perjalanan penderitaan Tuhan Yesus menjelang disalibkan, ke 15 bangunan ini dilengkapi dengan meja tempat berdoa disebar ditepi jalan hingga menuju gereja. Dibagian depan bangunan di pintu masuk dibangun patung Yesus dan di bagian akhir diatas bukit dibelakang gereja dibangun patung Yesus naik ke surga.
Menurut St.TTH.Sidabutar, yang mantan Parhalado Pusat HKBP ini, bahwa dibangunnya taman dan bukit Getsemane ini adalah bagian dari pemenuhan atas 'pilihan Tuhan' kepada keluarga untuk turut memberitakan Injil, dulunya tanah di bagian bukit direncanakan sebagai tempat pemakaman keluarga (ketika itu istrinya sedang sakit-sakitan), namun atas permintaan istri agar tanah tersebut dipersembahkan buat kemuliaan Tuhan, terlebih Samosir dikenal dengan daerah tujuan wisata; maka disepakatilah kawasan ini dikelola sebagai Taman dan Bukit Doa Getsemane di Samosir.
Untuk masuk ke kawasan ini harus terlebih dahulu mendapat 'ijin' atau pemberitahuan kepada Yayasan/petugas pengelola, tidak dipungut bayaran namun diharapkan 'dukungan' untuk semakin melengkapi fasilitas dan pemeliharaannya. Semakin lengkaplah Samosir sebagai daerah tujuan wisata, termasuk didalamnya wisata rohani (Kristen)

Saya dan keluarga juga tidak melewatkan kesempatan untuk berwisata ke Taman dan Bukit Doa Getsemane, diakhir tahun 2010 memasuki tahun 2011, saya dan isteri serta 6 orang anak menikmati keindahan=kesejukan kawasan ini serta mensyukuri ciptaan Tuhan; Memuji dan memuliakan Tuhan sambil berwisata.


1 komentar:

jegez mengatakan...

Batak culture has millions of cultural treasures. Arts, culture and tourism are found in soil hobo made unique escorted elsewhere. Friendly community that welcomes foreign visitors. We loved Batak culture.