Rabu, 30 April 2014

GEOPARK KALDERA TOBA, DIRESMIKAN PRESIDEN SBY

Pada tanggal 27 Maret 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono  telah hadir di Sumatera Utara tepatnya untuk meresmikan Bandara KNIA Deliserdang  bersama dengan 6 bandara lainnya di Indonesia, Peresmian Bandara Internasional Kualanamu (Kuala Namu International Airport), Sumatera Utara yang sudah beroperasi  sejak 25 Juni 2013 menandai peresmian enam proyek pembangunan dan pengembangan bandar udara di negera kita yakni Bandara Sultan Syarif Kasim II Internasional Airport-Pekanbaru;  Bandara Raja Haji Fisabililah International Airport-Tanjung Pinang; Bandara Muara Bungo-Jambi; Bandara Pekon Serai-Lampung; dan Bandara Pagar Alam-Sumatera Selatan
Menurut informasi yang diperoleh bahwa ke-enam proyek pembangunan dan pengembangan bandara tersebut senilai Rp 6,691 triliun, berasal dari APBN, APBD dan PT Angkasa Pura II selaku operator bandara.
Yang menarik dalam kunjungan Presiden SBY ke Deliserdang adalah pada kesempatan peresmian Bandara ini, dikukuhkan pula kawasan Danau Toba menjadi Geopark Kaldera Toba yang sejak lama telah dilakukan inisiasi, ekplorasi oleh para ahli Geologi. 
Seorang peneliti geologi dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan bahwa pengukuhan Danau Toba menjadi Geopark Kaldera Toba sambil menyusun dozier yang diperlukan memang harus dilakukan agar bisa segera diajukan ke UNESCO untuk ditetapkan menjadi Geopark Kaldera Toba nantinya akan menjadi anggota Geopark Global Network (GGN).  Di Indonesia saat ini baru Danau Batur, Bali, yang ditetapkan sebagai GGN dan diharapkan. Geopark Kaldera Toba sudah akan ditetapkan oleh UNESCO sebagai GGN, pada  tahun 2015.


Keuntungan yang akan diperoleh daerah-daerah di kawasan Danau Toba, dengan menjadi geopark dunia, Kaldera Toba akan memiliki fungsi edukasi dan pengembangan masyarakat,  Dengan menjadi GGN, akan ada perbaikan kondisi Danau Toba, untuk menjadi milik dunia
Saat dicanangkannya Tahun Kunjungan Wisata Samosir 2014-2015 oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Teknologi Informasi (Youtube), pada perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir ke 10 pada tgl. 27 Februari 2014 yang lalu, Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho yang hadir menyatakan bahwa kawasan Danau Toba harus dilestarikan dan ditingkatkan kualitasnya menjadi daerah tujuan wisata berskala dunia dengan menyambut tamu sebagai Hula-hula (adat Dalihan Natolu), dan berharap dengan peresmian Danau Toba menjadi Geopark Kaldera Toba, akan meningkatkan kunjungan baik wisatawan domestik maupun mancanegara ke Sumut.
Menurut Bupati Samosir, bahwa selain penanganan geosite (bagian dari Geopark), Samosir yang berada ditengah-tengah Danau Toba yang dikelilingi oleh 7 Kabupaten kawasan Danau Toba akan menjadi pusat informasi tentang Kaldera Toba, dengan membangun Etalase Geopark di kawasan Sigulatti Pusuk Buhit seluas 22 Ha.
Geopark Kaldera Toba merupakan produk letusan gunung api besar yang terjadi (terakhir) 74.000 tahun lalu. Akibat letusan Gunung Api Toba, terbentuk kaldera yang kemudian dalam ribuan tahun terisi air hujan yang kemudian dikenal sebagai Danau Toba. 
Geopark Kaldera Toba akan menggunakan konsep manajemen pengembangan kawasan berkelanjutan dengan perpaduan tiga keragaman alam yakni geologi, biologi dan kultural, dan peremian Geopark Kaldera Toba, akan memberi beberapa keuntungan, di antaranya promosi internasional yang tidak membutuhkan biaya besar, sebut Gubsu pada peresmian tersebut, sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa Geopark Kaldera Toba tak hanya menjadi ikon pariwisata tetapi juga pendidikan, Geopark Kaldera Toba dapat menjadi sumber pembelajaran dan kajian masa lalu. Saya berharap kawasan wisata ini dapat memunculkan hasil penelitian baru terhadap misteri masa lalu,

Untuk mengetahui awal mula Kaldera Toba sebagai hasil letusangunung Toba, silahkan menonton video Ekspedisi Cincin Api yang dilakukan oleh KompasTV

Tidak ada komentar: