Rabu, 30 April 2014

STAKEHOLDERS MEETING DMO DI TAPANULI UTARA DAN HUMBANG HASUNDUTAN, SERTA SAMOSIR

Samosir, 29/4/2014

Pengembangan kepariwisataan di kawasan Danau Toba, kelihatannya masih berjalan lambat terutama pasca krisis multi dimensi tahun 1998, hingga saat ini mengakibatkan kunjungan wisata ke Sumatera Utara dan kawasan Danau Toba yang makin berkurang. Selain itu, sangat disadari bahwa  anjloknya kepariwisataan ke kawasan Danau Toba tidak hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah semata, tetapi sangat dipengaruhi oleh pihak masyarakat pelaku wisata dan dunia usaha pariwisata. Memperhatikan hal tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata sejak beberapa tahun lalu telah mengembangkan sebuah program yang disebut dengan Destination Management Organization (DMO).
Program ini telah melakukan kegiatan inisiasi dan pemberdayaan di kawasan Danau Toba, tahap pertama tahun 2010 untuk Kabupaten Samosir dan Kabupaten Simalungun, kemudian tahun 2012 di Kabupaten Toba Samosir.

Tanggal 25 April 2014, bertempat di Hotel Roma Anugerah Siborongborong, Ditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata menyelenggarakan stakeholders meeting DMO dengan peserta  Pemkab Humbang Hasundutan dan Pemkab Tapanuli Utara serta 80 orang pelaku/actor kepariwisataan dari kedua daerah tersebut, sementara dari Samosir hadir menjadi narasumber sosialisasi dua orang mantan Kadis Parsenibud Samosir yakni Drs.Melani Butarbutar, MM dan Ir.Theodora Sihotang, SH, MAPA.

Dengan tema pertemuan “Inisiasi Program DMO dan Pemetaan Isu Strategis untuk Pengembangan pariwisata di kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Humbang Hasundutan”,  Dirjen PDP  Lokot Ahmad Enda Siregar, yang juga pelaksana Sesditjen PDP Kementerian Parekraf didampingi narasumber dan pengelola/motivator DMO menyampaikan pemahaman tentang DMO (tata kelola destinasi wisata).
DMO adalah kumpulan orang-orang pelaku pariwisata yang menjadi stakeholders pariwisata yang melaksanakan fungsi-fungsi koordinasi,perencanaan, implementasi, pengendalian akan kepariwisataan. Rapat-rapat stakeholders adalah untuk menyatukan visi-misinya, membuat keputusan dan perubahan atas pengelolaan destinasi pariwisata. Dalam pertemuan atau rapat stakeholders inilah akan dibahas berbagai kebutuhan, harapan, masalah untuk diselesaikan bersama dalam kaitan bagaimana mengembangkan pariwisata untuk mewujudkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat melalui penggerakan kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

Wakil Bupati Humbang Hasundutan  Drs.Marganti Manullang, yang hadir pada stakeholders meeting ini, menyambut baik dilakukannya pertemuan. “ Pembentukan DMO ini sangat penting buat Kabupaten di kawasan Danau Toba, yang memiliki berbagai jenis potensi kepariwisataan, ada yang historical tourism destination, churh history  destination,  nature and culture destination dan sebagainya. Apalagi saat ini kawasan Danau Toba telah menjadi Kawasan Strategis Nasional dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, maka seluruh stakeholders kepariwisataan di kawasan ini harus bersatu.

Sementara itu Sesditjen PDP Lokot Ahmad Enda  menyampaikan bahwa selain masalah infrastruktur dan transportasi dari dan ke kawasan Danau Toba yang kurang baik, hal yang terutama adalah bagaimana kita masyarakat di kawasan ini menyambut tamu, dengan tata karma, keramahtamahan dan pelayanan yang baik. DMO ini kita jadikan sebagai wadah diskusi, bekerjasama dan sama-sama bekerja, untuk mewujudkan mimpi yang sama, lanjut Lokot A.E.Siregar yang merasakan turut bertanggungjawab sebagai putra Sumatera Utara/Tapanuli.

Usai paparan dan diskusi, selanjutnya atas kesepakatan bersama peserta, diharapkan pihak Pemerintah Daerah memfasilitasi seluruh stakeholders pariwisata untuk melakukan pertemuan hingga membuahkan program kerja dan kesepakatan, rencana aksi bersama.  Saya mohon kepada kita semua, rapat lanjutan untuk menyusun konsep-konsep bersama akan kita laksanakan di objek wisata Bakkara Kab.Humbang Hasundutan.

Sementara itu tgl. 26 April 2014, dilaksanakan juga stakeholders meeting di Kabupaten Samosir dengan tema Inisiasi Model DMO dan evaluasi kapasitas FPP Samosir serta penyusunan rencana aksi.

Tidak ada komentar: