Jumat, 29 Agustus 2014

Mengusul Geopark Kaldera Toba (GKT) menjadi Anggota Global Geopark Network (GGN) UNESCO

Bupati Samosir Ir.Mangindar Simbolon, MM yang juga Ketua Forum Lake Toba Regional Management (LTRM) belakangan ini disibukkan kegiatan sosialisasi dan pertemuan dalam rangka pengembangan-pembangunan serta  pengusulan Geopark Kaldera Toba (GKT) menjadi Anggota Global Geopark Network UNESCO. Berbagai pertemuan dan rapat yang dilakukan baik oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir maupun Pemerintah Provinsi serta Lembaga Non Pemerintah menurut Mangindar Simbolon sebagai bagian dari perhatian dan dukungan dari para pemangku kepentingan kawasan Danau Toba sekaligus sebagai kawasan GKT.
            Hari Jumat, 28/8 di Gedung RRI Medan, Bupati Samosir didampingi Kadis Koperindag Samosir dan Kabag Perekonomian Setdakab/ Sekretaris Tim Percepatan GKT Samosir, menghadiri pertemuan yang diselenggarakan RE Foundation. Pertemuan (seri ketiga) secara khusus membahas tentang Pembangunan, Pengembangan dan Pengaturan Infrastruktur di kawasan Danau Toba dalam rangka mendukung percepatan pengusulan GKT menjadi Anggota GGN Unesco.
            Pertemuan dan diskusi ini menghadirkan narasumber dari Jakarta, Direktur Bina Program Kementerian PU, Direktur Penataan Ruang Nasional Kementerian PU, Wakil Ketua Komisi V DPR-RI dan Kepala Bappeda Prov.Sumatera Utara, dengan peserta sekaligus menjadi counterpart dari pejabat yang mewakili  Pemerintah Kabupaten se Kawasan Danau Toba, sementara Bupati Samosir hadir langsung, turut hadir para tokoh pemerhati kawasan Danau Toba dan Geopark Kaldera Toba.
            Diakui bahwa persoalan yang selalu mengemuka dan sangat berpengaruh terhadap  pembangunan dan pengembangan kawasan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Nasional dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional terutama masalah infrastruktur perhubungan (jalan/jembatan, dermaga/pelabuhan), masalah lingkungan (pencemaran air, kebersihan).
            Bupati Samosir dalam pertemuan ini menyampaikan paparan seputar  potensi dan kondisi umum yang menjadi tantangan-hambatan bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam membangun dan mengembangkan kawasan Danau Toba sebagai destinasi pariwisata dunia. Kehadiran GKT merupakan peluang besar bagi Indonesia khususnya masyarakat di 7 Kabupaten di kawasan Danau Toba untuk memperoleh peningkatan ekonomi dan kesejahteraan yang lebih baik.
            Peraturan Presiden Nomor 81 tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan  Perda Sumatera Utara No.1 tahun 1990 tentang Penataan Kawasan Danau Toba (larangan mendirikan bangunan 50 meter dari bibir pantai) turut menjadi pembahasan.  Sehingga pengelolaan, pengaturan dan pengembangan/ pembangunan  Infrastruktur di kawasan Danau Toba termasuk Dokumen Tata Ruang Wilayah harus menyesuaikan dengan Perpres tersebut.
            `Terkait dengan masalah infrastruktur yang menjadi masalah besar peserta diskusi sepakat meminta perhatian khusus dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Prov.Sumatera Utara menjadi program prioritas dan menjadi dukungan bagi pengembangan dan realisasi taman bumi (geopark) Kaldera Toba kedepan menuju Anggota GGN Unesco.
            Informasi yang diperoleh dari Bupati Samosir bahwa proses pengusulan Geopark Toba ini, dimulai melalui kerjasama Forum Lake Toba Regional Management (LTRM) dan Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif serta Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral sejak pertengahan tahun 2011, melalui penelitian beberapa geosite, penyusunan Masterplan Geopark Toba. Selanjutnya diawal tahun 2012  dilakukan sosialisasi tentang Geopark Toba dan prospeknya kepada beberapa pihak, baik tingkat Provinsi, Kabupaten dan Lokal.
Dengan Keputusan Direktur Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Nomor: 20/KEP/D.PDP/III/2012 tanggal 25 Maret 2012 telah ditetapkan Geopark Toba sebagai Geopark Nasional Indonesia. Kemudian pada bulan April 2012 melalui Keputusan Bupati Samosir Nomor 80 Tahun 2012 telah ditetapkan Tim Persiapan Pembangunan Geopark Toba di Kabupaten Samosir. Pada tahun 2013 disusun “Dossier” (dokumen perencanaan pembangunan dan pengelolaan) Geopark  Toba  sebagai   bahan usulan untuk dinilai oleh badan dunia UNESCO untuk memenuhi  persyaratan calon anggota Global Geopark Networks (GGN).
Selain itu dilakukan pertemuan berbagai pihak seperti yang dilakukan hari ini, juga pertemuan dan kunjungan para ahli-ahli geopark UNESCO misalnya bulan Juli yang lalu oleh Mr.Patrick, Ascessor UNESCO. Diharapkan Geopark Kaldera Toba dapat ditetapkan/diterima sebagai anggota GGN pada tahun 2015, sebab apabila Geopark Kaldera Toba sudah diterima menjadi anggota GGN-UNESCO, maka GKT akan masuk ke dalam jaringan informasi dan promosi International, yang akan menambah kunjungan wisatawan ke Kawasan Danau Toba secara khusus dan Provinsi Sumatera Utara secara umum, serta akan menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas.
Menurut Bupati Samosir, mengingat Samosir berada di tengah kawasan Danau Toba maka saat ini Pemerintah Kabupaten Samosir tengah merancang pembangunan Etalase Geopark Kaldera Toba diatas tanah milik Pemerintah yakni di Sigullati Pusuk Buhit Kec.Sianjurmula-mula.

Lebih lanjut di akhir pertemuan, Bupati Samosir menyampaikan himbauan “bahwa untuk keberhasilan pembangunan dan pengelolaan Geopark Kaldera Toba secara berkelanjutan, diperlukan peran serta aktif semua pihak baik masyarakat lokal di sekitar geosite, pemerhati lingkungan dan sosial, tokoh agama, tokoh budaya, media massa, pelaku ekonomi dan pemerintah mulai dari pemerintah desa, kabupaten, provinsi sampai ke pusat. Pertemuan sosialisasi Geopark Kaldera Toba

Tidak ada komentar: